PROMO: Wemos D1 Mini gratis bagi Comment terbaikmu

Masih ingat dengan pelajaran mengenai LED built-in yang terdapat di dalam sebuah board nodeMCU (Wemos D1 Mini)? Kita akan menggunakannya sebagai bahan pembelajaran mengenai prinsip dasar pemrograman nodeMCU. Ini diperlukan sebelum anda masuk ke pembelajaran aplikasi Blynk.



Perhatikan rangkaian diatas, meskipun pada GPIO2 (pin D2) sudah terhubung LED built-in namun kita akan menambahkannya dengan LED eksternal. Kaki anoda (+) dari LED eksternal tersebut disambungkan ke GPIO2, sedangkan kaki katoda (-) dihubungkan ke pin G (ground / kutub negatif).


 

Persiapan Awal

Jalankan aplikasi Arduino IDE. Hubungkan board nodeMCU (Wemos D1 Mini) ke komputer dengan memakai kabel micro-USB, lalu pastikan bahwa board nodeMCU sudah siap berkomunikasi dengan komputer.

Penulisan Kode

Tulislah kode sebagai berikut:

void setup() {
   pinMode(2, OUTPUT);
}
void loop() {
   digitalWrite(2, LOW);
   delay(1000);
   digitalWrite(2, HIGH);
   delay(1000);
}

Mengkonfigurasi Program

Fungsi setup() merupakan salah satu dari dua fungsi utama yang digunakan untuk melakukan konfigurasi. Perintah pinMode dipakai untuk menetapkan sebuah pin sebagai titik masukan ataukah sebagai titik keluaran. Pada contoh diatas kita konfigurasi GPIO2 sebagai titik keluaran (output).
 

Loop Program

Fungsi utama yang kedua adalah loop(). Fungsi tersebut digunakan untuk mengeksekusi blok kode secara berulang-ulang hingga board nodeMCU dimatikan atau direset kembali.

Perintah digitalWrite dipakai untuk 'menuliskan' kondisi logic pada sebuah pin digital. Ini sama saja mengatakan kepada nodeMCU untuk membangkitkan sinyal logic 1 (HIGH) atau 0 (LOW) pada pin digital yang bersangkutan. Pada contoh diatas, mula-mula GPIO2 berada dalam kondisi LOW (tdak ada sinyal), lalu beralih ke kondisi HIGH (ada sinyal). Setelah itu, loop akan diulang dari awal lagi, demikian seterusnya. Berapa lama kondisi HIGH atau LOW akan berlangsung, hal itu dapat diatur dengan perintah delay. Nilai 1000 di dalam perintah tersebut diukur dalam satuan milidetik.

Mendefinisikan Fungsi Baru

Jika diperlukan, kita dapat menambahkan sebuah fungsi baru buatan sendiri. Mendefinisikan sebuah fungsi salah satu tujuannya adalah menghindarkan penulisan blok kode di dalam loop() terlalu panjang. Sebuah fungsi baru dapat didefinisikan diluar fungsi utama. Berikut ini contohnya:

void setup() {
   pinMode(2, OUTPUT);
}
void loop() {
   FlipFlop();
}
void FlipFlop() {
   digitalWrite(2, LOW);
   delay(1000);
   digitalWrite(2, HIGH);
   delay(1000);
}


Pada contoh diatas, kita trelah mendefinisikan sebuah fungsi baru bernama FlipFlop(). Kita dapat memakai fungsi tersebut kapan saja diperlukan dengan memanggilkan di dalam loop().

Jangan lupa untuk melakukan verifikasi terhadap kode program sebelum mengunggahnya ke board nodeMCU untuk melihat hasilnya.
 

Post a Comment